Tradisi Menatap Bulan sampai Jam 4 pagi

Festival pertengahan musim gugur

Menatap Bulan - Mid Autumn Festival StoryFestival pertengahan Musim gugur menyangkut sekitar masalah bulan dan ada banyak cerita sejarah yang berhubungan dengan bulan. kita akan memberikan 3 cerita rakyat yang paling terkenal yaitu Legenda Putri Chang-e, Tradisi Menatap Bulan sampai jam 4 pagi, dan Tradisi Menyajikan Kue Bulan ketika perayaan Pertengahan Musim Gugur. Cerita dan tradisi ini dikatakan dimulai lebih dari 2000 tahun yang lalu dan hari terakhir perayaan dicurahkan untuk menyembah dewa. Karena cina merupakan negara agraris maka pada hari ke 15 bulan ke 8 lunar terjadi tepat setelah musim panen. Pada hari itu biasanya langit cerah dan cuaca bagus.

Orang – orang merayakan pesta panen yang menandai kepercayaan bahwa ” Alam dan manusia adalah satu “. Semasa dinasti Song menyembah bulan sudah memasyarakat, hal ini berkat pengaruh orang – orang terpelajar. Makan Kue bulan telah ada menjelang akhir Dinasti Yuan. Menurut cerita rakyat, pada masa itu dan setelahnya Festival atau Perayaan Pertengahan musim gugur menjadi hal yang penting.

Mid Autumn Festival

Menatap Bulan sampai Jam 4 pagi

Menatap bulan jam 4 pagi - Mid Autumn Festival

Dahulu Kala ada seorang wanita muda yang cantik. Ia baru saja menikah dan ia tinggal bersama dengan orang tua suaminya. Mertuanya bukanlah orang yang kaya.

Wanita ini di perlakukan dengan sangat jahat oleh mertuanya. Pada siang hari ia harus mengerjakan pekerjaan rumah dan pada waktu malam hari ia harus menenun untuk membuat baju. Jika pekerjaannya ada yang tidak beres, ia selalu di siksa dan dipukuli oleh mertuanya.

Pada suatu malam ia di beri pekerjaan yang begitu banyak, ia di suruh membuat 7 golong kapas itu menjadi sebuah baju.

” Aku tidak dapat menyelesaikan ketujuh gelondongan kapas ini menjadi baju walaupun aku tidak tidur. ” Kata wanita ini dalam hati.

Karena ia takut dengan mertuanya, ia tidak berani membantah perintah mertuanya. Ia cuma berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Tetapi sewaktu ia sedang membuat pakaian, tiba – tiba lampu minyak untuk lampu tersebut habis dan sudah tidak ada cadangannya lagi. Terpaksa ia harus menenun di luar, untungnya pada saat itu cahaya bulan sangat terang.

Ia terus menerus bekerja, hingga akhirnya jam 4 pagi. Ia melihat pekerjaan itu tidak akan selesai. Pada waktu ia kebingungan. Tiba – tiba dari langit turun Perahu Ular Naga, dan di dalam nya terdengar suara memanggil namanya.

” Saudara Keenam Yao, tidurlah., Sudah jangan menenun lagi!! ” Kata suara itu.

” Jika aku tidak menyelesaikan tenunan ini sekarang. Aku akan dipukul besok ” Kata wanita ini.

Mid Autumn Festival - Perahu Ular Naga dari bulan

Setelah ia berkata seperti itu tiba – tiba perahu ular naga itu menghilang. Dan Angin bertiup sangat kuat, cahaya bulan juga hilang pada saat itu. Ia terpaksa masuk ke dalam rumah. Karena di dalam sangat gelap ia juga tidak dapat melanjutkan pekerjaannya. Ia pun tidur.

Keesokan harinya mertuanya datang dan bertanya kepada wanita itu. ” Berapa golondong kapas yang sudah kamu selesaikan ?? “

” Hmm…. aku tidak dapat berkata – apa, aku hanya dapat menunggu pukulan dari ibu mertua ku. ” Kata nya dalam hati dan tidak membalas pertanyaan mertuanya.

Lalu ibu mertuanya pergi melihat ke ruangan sebelah tempat mengerjakan tenunan tersebut. Ketika di sana dan melihat tempat itu ia menjadi sangat kaget karena tenunan itu berubah menjadi emas.

” Saudara Keenam Yao, apa yang telah kamu lakukan semalam?? ” Tanya kepada wanita yang menjadi menantunya itu.

” Tadi malam pertama – tama lampu minyak mati, kemudian perahu ular naga muncul dari bulan. Ada angin besar bertiup, setelah itu aku tidak dapat berbuat apa – apa lagi. ” Jawabnya kepada mertuanya.

” Tadinya kupikir hanya dongeng masa lalu. Di malam pertengahan musim gugur, makhluk yang abadi akan meninggalkan istana bulan dengan memakai perahu ular naga. Orang yang melihatnya sungguh beruntung. Apapun yang mereka sentuh akan berubah menjadi emas. ” Kata mertuanya.

Sejak saat itu keadaan wanita itu menjadi berubah. Mertuanya yang tadinya sangat jahat kepadanya menjadi baik. Mereka akhirnya hidup bahagia dan sejahtera selamanya.Festival Mid Autumn Cina - tradisi menatap bulan

Cerita itu telah lama berlalu, dan kebiasaan memandang bulan sampai jam 4 pagi menjadi suatu kebiasaan. Mereka berharap dapat melihat perahu ular naga.

Baca Juga Cerita Rakyat China : Legenda Tarian Ular Naga

 

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment