Si Cerdik Aminah

Si Cerdik Aminah

Cerita ini berasal dari daerah Lampung – Dulu di sekitar wilayah lampung di dekat sungai Tulang Bawang, ada cerita tentang Buaya perompak. Orang – orang yang melewati sungai itu biasanya hilang, dan di culik oleh Buaya perompak. tidak ada orang berani mendekati sungai itu.

Cerita Rakyat Lampung Si cerdik Aminah

Suatu hari ada seseorang gadis cantik bernama Aminah. Aminah adalah gadis yang cantik dan pintar. Ia sendirian, pergi ke sungai untuk mencuci baju. Saat mencuci, Aminah tak sadar bahwa ada sepasang mata dalam sungai yang sedang mengawasinya. Ya, itu adalah mata Buaya Perompak, buaya Penunggu Sungai Tulang Bawang. Tiba-tiba, pada saat itu muncullah Buaya Perompak dari dalam sungai di depan Aminah. Aminah yang  sangat terkejut tiba – tiba Aminah pingsan seketika. Badannya sungguh besar, giginya runcing dan tajam, Buaya perompak sungguh menakutkan.

Setelah beberapa saat Aminah sadar dan bangun. Ia sudah tidak berada di pinggir sungai lagi. Di lihat nya kanan dan kiri, dari dalam hati ia bertanya – tanya “Di mana aku? “. Akhirnya ia sadar, ia berada di sebuah gua. Ketika matanya sudah jelas ia melihat Buaya Perompak ada di sebelahnya.

“Ah… rupanya kau sudah sadar.” Kata Buaya Perompak , lalu Aminah menoleh.

“Kau sekarang berada di gua kediamanku. Gua ini Ietaknya jauh di dasar sungai. Tak ada seorang pun yang bisa menolongmu,” kata Buaya Perompak.

“Apa yang kau inginkan dariku? Mengapa kau tak membunuh dan memakanku saja?” tanya Aminah. Meski ketakutan, Aminah berusaha tenang.

“Ha… ha… ha… wajahmu begitu cantik, sayang jika kau kumakan. Bagaimana jika engkau menjadi istriku ?? Lihatlah emas berlian di sekelilingku itu akan menjadi milikmu, jika engkau tinggal bersamaku.” jawab Buaya Perompak.

Di tengah ketakutannya, aminah mencoba untuk tenang dan berfikir. “Jika aku menolak, pasti aku akan dibunuhnya. Lebih baik kuterima saja Iamarannya, sambil mencari akal bagaimana keluar dari gua ini.”

Baca juga Cerita Rakyat Riau :

Aminah lalu menyetujui permintaan buaya itu. Setelah menikah, Buaya itu benar-benar memanjakan Aminah. Makanan lezat setiap hari di sediakan untuk aminah. Perhiasaan juga di sediakan untuk aminah setiap harinya.

Aminah menjalani kehidupan di sana dengan biasa, sambil mencari cara untuk keluar dari gua tersebut. Setiap harinya ia mengorek sedikit – sedikit informasi tentang gua tersebut. Ia begitu berhati hati bertanya. Suatu hari buaya perampok itu sedang minum anggur dan ia sedikit mabuk.

“ Suamiku, Engkau begitu hebat, dan kuat. Sebenarnya bagaimana caramu mendapatkan semua perhiasan ini ?” tanya Aminah. Sambil bertanya, ia berpura-pura mengagumi sebuah gelang yang sangat cantik.

“Itu adalah hasil rampokanku. Sebenarnya aku dulu adalah seorang perompak. Tetapi suatu hari aku terkena kutukan menjadi seekor buaya jadi-jadian. ” Jawab Sang Buaya.

Buaya perompak itu menceritakan asal usulnya panjang lebar kepada aminah. Aminah mendengarkan ceritanya, sambil mengangguk. Lalu ia mulai melanjutkan pertanyaan lagi, untuk mendapatkan informasi.

“Pantas engkau dapat berbicara layaknya manusia. Lalu bagaimana dengan makanan yang kau berikan kepadaku setiap harinya ? dari mana semuanya itu ?.” tanya Aminah lagi.

“Itu mudah saja. Setiap bulan purnama, aku akan berubah wujud kembali menjadi manusia. Pada saat itu aku akan menjual sedikit perhiasan-perhiasan untuk ditukarkan dengan bahan makanan,” jelasnya.

“Oh begitu.” jawab Aminah sambil mengangguk-angguk.

“Apa orang-orang tidak curiga jika secara tiba-tiba kau keluar dari sungai ini?” tanya Aminah memancing. Buaya Perompak tak sadar kalau Aminah sedang berusaha mengorek keterangan darinya.

“Ha… ha… tentu saja aku tak sebodoh itu. Aku telah membangun terowongan di balik gua ini. Terowongan itu langsung terhubung dengan desa yang kutuju,” kata buaya itu.

Aminah melarikan Diri

 

Aminah mengingat semua perkataan suaminya dengan baik. Sekarang ia tahu cara untuk melarikan diri. Sambil menemani suaminya minum, ia menunggu saat yang tepat untuk melarikan diri. Ia memberikan minum terus kepada Buaya perompak tersebut, hingga akhirnya ia tertidur karena mabuk.

Saat yang ditunggu pun tiba. Karena Sang buaya mabuk, ia lupa menutup gua tersebut. Sehingga aminah dapat dengan mudah keluar dari gua tersebut. Aminah mencoba menahan kegirangannya, ia melihat terowongan yang dikatakan buaya tersebut.  Aminah segera masuk terowongan itu dan berlari. Tidak lama kemudian ia melihat cahaya terang, itu adalah pertanda ia segera sampai di ujung terowongan. Buaya Perompak benar, ternyata ujung terowongan ini adalah sebuah desa di tepi Sungai Tulang Bawang.

Aminah amat senang, akhirnya ia bebas. Ia bertanya kepada penduduk desa jalan tercepat menuju desa tempat tinggalnya. Setelah mendapatkan petunjuk dari beberapa orang, Aminah segera pulang ke rumahnya.

Ayah dan ibunya melihat aminah dari kejauhan, segera menyambut dan memeluknya. Mereka tak menyangka kalau Aminah masih hidup. Mereka mengira kalau Aminah sudah mati di makan buaya perompak. Aminah yang berhasil keluar dari Buaya perompak menceritakan kepada masyarakat di sekitar tentang rahasia buaya perompak. Sejak saat itu masyarakat berjaga – jaga dan berhati hati di sekitar Sungai Tulang Bawang.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Lampung Si Cerdik Aminah : Tenanglah dalam menghadapi segala sesuatu, segala masalah pasti ada jalan keluarnya.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment