Ratu Adioa dengan Empat Sahabatnya

Cerita Rakyat Sulawesi Utara Ratu Adioa

 

cerita rakyat ratu adioa

Cerita Ratu Adioa, berasal dari Sulawesi Utara. Cerita ini bermula dari persahabatan lima orang, di antara kelima sahabat itu ada dua orang yang bernama Ratu Wulanwanna dan Ratu Adioa.

Ratu Adioa adalah seorang pemuda yang selalu berperilaku santun dan hormat , ia sangat sayang kepada kedua orang tuanya. Ia tidak pernah membantah dan menyakiti hati keduanya karena mereka telah mendidik dan membesarkannya.

Suatu hari muncullah ide dari Ratu Wulanwanna untuk membunuh orang tua mereka, sehingga mereka dapat menguasai semua harta orang tua mereka masing – masing. Ketika mendengar ide tersebut Ratu Adioa berdiam diri saja di dalam hatinya tidak setuju tentang ide tersebut. Jika ia tidak menerima tantangan tersebut, maka nyawanya sendiri yang akan terancam.

Ratu Adioa berpikir keras untuk menyelamatkan orang tuanya. Pada malam harinya, Ratu Wulanwanna, dan teman – temannya segera menghabisi nyawa kedua orang tua mereka yang sedang tertidur lelap. Setelah itu, mereka menguburnya di pinggir hutan. Sementara Adioa, secara diam-diam menyembunyikan kedua orang tuanya di dalam gua, lalu membuat dua tumpukan tanah dan memberinya batu nisan di atasnya, sebagai tanda bahwa orang tuanya sudah meninggal.

Sejak itu, keempat sahabat Adioa tersebut mewarisi semua harta kedua orang tua mereka. Namun, mereka senantiasa hidup boros, sehingga lama-kelamaan harta mereka habis. Sementara Adioa tetap rajin berburu binatang ke hutan, hasil buruannya ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan kedua orang tuanya yang berada di dalam gua.

Pada suatu hari, ada tiga buah kapal mewah sedang berlabuh di dermaga. Mengetahui kedatangan ketiga kapal tersebut, Ratu Wulanwanna segera memerintahkan Ratu Adioa ke dermaga untuk menanyakan kepada awak kapal tentang maksud kedatangan mereka.

Mereka adalah utusan raja dari Kerajaan Timur. Mereka datang ke desa tersebut membawa teka-teki untuk penduduk kampung itu. Jika ada yang berhasil menjawab teka – teki tersebut maka seluruh isi kapal ini akan menjadi miliknya. Tetapi jika kalian tidak berhasil menjawabnya, maka mereka akan merampas seluruh isi kampung tersebut.

Tak berapa lama kemudian, awak kapal itu kembali bersama dua temannya. Mereka membawa dua buah tengkorak manusia, dua ekor anak ayam, dan dua buah gayung yang berisi air.

” Apa teka-tekinya? ” tanya salah seorang dari penduduk desa.

” Teka-teki itu berupa pertanyaan yaitu bagaimana membedakan tengkorak laki-laki dengan perempuan? Bagaimana membedakan anak ayam jantan dengan betina dan Bagaimana mengetahui air dalam ember adalah air tawar atau air taut? Itulah pertanyaannya!” Jawab Pemilik kapal itu sambil tersenyum.

Mendengar Kelima pemuda bersahabat itu pun segera membahas teka-teki tersebut. Sudah sehari-semalam mereka berunding, namun belum juga menemukan jawabannya.

Kemudian empat sahabat Ratu Adioa tidak mengetahui jawaban teka – teki tersebut, sementara itu Ratu Adioa pulang dan meminta bantuan orang tuanya. Ternyata orang tuanya mengetahui jawaban teka – teki tersebut. Ayahnya menyuruhnya menusuk tengkorak manusia dengan lidi. Jika lurus, maka itu tengkorak laki-laki. Jika bengkok, itu tengkorak perempuan. Dan soal anak ayam, jika menengadah ketika diberi makan beras berarti ia jantan. Kalau menunduk berarti anak ayam betina. Terakhir air dalam ember itu jika beriak maka itu adalah air taut, namun jika tidak beriak maka itu air tawar.

Beberapa hari berlalu Para penduduk yang hadir di tempat itu tampak tegang. Hati mereka diselimuti perasaan cemas dan khawatir. Karena tidak ada orang yang mampu menjawab pertanyaan itu. Tiba – tiba Ratu Adioa muncul dan menjawab semua pertanyaan itu dengan benar. Karena jasa Adioa terhadap kampungnya, ia di angkat menjadi Raja, dan ia juga berhak mendapatkan kapal dan semua harta karunnya. Lalu ia persembahkan harta itu kepada orangtuanya. Setelah kejadian itu Adioa memberitahu keempat sahabatnya bahwa jawaban tersebut ia dapatkan dari kedua orang tuanya, mendegar hal tersebut ke empat sahabatnya menjadi sangat menyesal telah membunuh orang tua mereka.

Pesan Moral Cerita Rakyat Ratu Adioa

kalu hendap beroleh berkah,
ibu bapa jangan diumpat

kalau angin bertiup di darat
ambillah jala turunkan sampan
kalau hidup hendak selamat
ayah dan bunda kita muliakan

cerita rakyat Sulawesi Utara lainnya Legenda Lubuk Emas

Hikmah yang kita dapat dari cerita rakyat Sulawesi Utara Ratu Adioa adalah Bahagiakan dan muliakanlah orang tuamu, karena dari sanalah sumber berkat dan kasih sayang.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca
Loading...

Post Comment