Perahu ular Naga dan Cao-e

dragon boat festivalFestival Perahu Ular Naga ( Dragon Boat Festival )

Pada perayaan perahu ular Naga biasanya di gunakan untuk memperingati tiga kejadian yaitu Peringatan Qu Yuan, Peringatan Cao-e, dan legenda ular putih. Festival perahu Ular naga atau biasa disebut dengan Dragon Boat Festival adalah Tradisi masyarakat cina yang sangat terkenal. Kita simak cerita tentang Peringatan Qu Yuan, kenapa bisa ada Festival Perahu Ular naga?

Perahu ular Naga dan Cao-e

Menurut Legenda, pada hari kelima bulan kelima dalam satu tahun semasa pemerintahan kaisar An Di dari Dinasti Han sebelah timur. Ada seorang laki – laki bernama Cao Ding, dia memiliki seorang anak bernama Cao-e. Cao-e adalah anak yang baik dan berbakti kepada orang tuanya.

Cao Ding sedang tidur

Pada siang hari yang terik Cao-e duduk di sebelah tebing mendengarkan suara ombak, karena keasyikan mendengarkan suara ombak ia pun tertidur, dan tidak lama setelah itu ombak yang besar datang menghantam dan menghanyutkan dia kedalam lautan. Hanya ada barang – barangnya yang tersisa di tebing.

Cao-e melihat ayahnya di telan oleh ombak lautan menjadi sedih dan terkejut. menangis sambil berkata : ” Ayah selalu bilang kalau ada roh di air sungai. Kini ia telah memilih ayah sebagai orang kepercayaan dan membawa ayah pergi. “

Cao-e dengan sedih melihat lautan dan terus menunggu di sana supaya tubuh ayahnya terapung kembali.

pada saat itu datanglah seorang nelayan, kerena melihat Cao-e yang terlalu sedih. Nelayan itu mendatangi Cao-e dan menyuruhnya pulang. Ia memberi tahu jika nanti tubuhnya sudah terapung di permukaan, ia akan memberi tahu Cao-e karena nelayan itu sering pergi memancing di tempat itu.

Perayaan Perahu Ular Naga dan Cao eTetapi Cao-e tetap bersikeras ingin menunggu di sana sampai tubuh ayahnya muncul di permukaan. Hingga 7 hari 7 malam Cao-e menunggu tubuh ayahnya belum juga mengapung ke permukaan.

” Ayah mengapa ayah tidak muncul juga ?? jika begini aku akan menyusulmu. ” Kata Cao-e .

Sesudah Cao-e mengatakan hal itu, dia langsung menjatuhkan diri.

Tiga hari kemudian pada nelayan menemukan tubuh manusia di sungai. Ternyata itu adalah tubuh Cao-e dan ayahnya Cao Ding. Masyarakat di sana berusaha menyelamatkan Cao-e tetapi dia tidak dapat di selamatkan.

Orang – Orang tersentuh oleh rasa berbakti Cao-e kepada orang tuanya. Oleh karena itu pada hari kelima bulan kelima lunar, mereka mendayung perahu ular naga dengan membawa patung Cao-e untuk mengingatnya sebagai anak yang berbakti.

Baca juga Cerita Perayaan hari Nasi Dingin / Cold Food Festival

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca
Loading...

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.