Menggantungkan Lentera Merah

lentera merah

Apakah teman – teman pernah melihat lentera yang di gantung – gantung kan seperti gambar di sebelah kanan. Orang Tionghua atau china pada tahun baru china yang biasa disebut 新年 – xin nian ( baca juga cerita rakyat asal mula tahun baru china NIAN ). Ternyata kebiasaan menggantungkan lentera pada tradisi china juga memiliki cerita. Ingin tau cerita asal usul tradisi menggantungkan Lentera Merah oleh orang china, simak ceritanya di bawah ini

Asal Mula Tradisi Menggantungkan Lentera Merah

Menjelang akhir Dinasti Ming, ada sebuah pasaukan yang bernama ” Dashing King ” Li Zicheng dan anak buahnya hendak menyerang kota Kaifeng.

Sebelum menyerang kota Kaifeng, Dashing King, melakukan rapat dengan para jenderal – jenderalnya. Pasukan Dashing King yang tidak memiliki cukup banyak perbekalan, ia ragu – ragu untuk melakukan penyerangan secara langsung. Karena kota Kaifeng merupakan kota yang besar, dan juga akan timbul banyak korban jika penyerangan di lakukan secara langsung. Maka Li Zicheng memiliki ide yaitu Dia akan masuk ke dalam kota untuk melihat situasi sebelum bertindak.

Keesokan harinya Li Zicheng masuk ke kota dengan menyamar sebagai penjual beras. Ternyata informasi tentang penyerangan Li Zicheng sudah tersebar di masyarakat sekitar Kota Kaifeng. ia mencoba mendengarkan informasi dari masyarakat di sekitar sana.

  Li zicheng masuk ke kota kaifeng

” Aku dengar Dashing King punya alis merah dan bermata hijau.” Kata salah satu penduduk di Kota Kaifeng.

” Bila dia lewat, rumput pun tidak akan tumbuh.” Kata penduduk yang lain.

Tradisi menggantungkan Lentera

” Dia membunuh tanpa pandang bulu, seperti menghancurkan kacang dan mengiris labu saja ” Sambung penduduk yang lainnya lagi di Kota Kaifeng.

” Ini pasti kata – kata yang disebarkan oleh para penghianat untuk menyesatkan orang – orang tentang aku. ” Kata Li Zicheng dalam hati.

Baca juga cerita rakyat Indonesia : Legenda Batu Menangis

Begitu banyak sekali isu yang buruk tersebar di masyarakat Kota Kaifeng tentang Dashing King. Mendengar itu semua Li Zicheng mencoba bergabung dengan masyarakat di sana. sambil bercerita – tenang Dashing King. ada salah satu orang kakek berkata hal yang baik tentang Dashing King.

” Yakinlah tidak akan seburuk itu. Aku dengar dia orang baik. ” Kata kakek itu.

Di tengah pembicaraan itu Li Zicheng pun menyambung percakapan mereka.

” Hei kawan, aku pernah bertemu dengan pasukan Dashing King, Dia seperti manusia biasa. Di mana pun dia berkuasa, dia tidak pernah memungut pajak, malahan dia membagi – bagikan uang dari orang kaya kepada orang miskin. ” Cerita Li Zicheng kepada mereka.

” Benarkah begitu kawan ?? kalau begitu kita harus menyambutnya ” Kata salah satu dari mereka

” Apa yang dapat kita lakukan jika dia masuk ke kota ini pada malam hari dan membunuh orang yang salah ?? ” Sambung salah seorang yang lain.

Li Zicheng diam sejenak dan berfikir. Beberapa saat kemudian dia mendapatkan ide.

” Aku punya ide. Kita letakkan Lentera merah di dekat rumah kita. Siang – malam Jika komplotan Dashing King melihat lentera merah, dia akan tahu kalau itu rumah orang miskin. ” Kata Li Zicheng.

Sambil mengajak mereka bergerumbul Li Zicheng berbisik kepada mereka : ” Aku akan menyampaikan informasi ini kepada Li Zicheng nanti, tetapi kalian jangan biarkan orang kaya dan pejabat pemerintah mengetahui hal ini. “

Li zi cheng menyusun strategi

Setelah kejadian tersebut Li Zicheng pun kembali keperkemahan mereka dan menyusun strategi untuk meyerang kota Kaifeng. Beberapa hari setelah strategi selesai di susun, tiba lah saat penyerangan.

baca juga cerita rakyat Indonesia : Sangkuriang

Pemerintah dan para pejabat pemerintahan yang melihat pasukan Dashing King, yang begitu banyak menjadi ketakutan. Akhirnya mereka menggunakan cara licik yaitu dengan membuka pintu bendungan air di sungai untuk menyingkirkan pasukan Dashing King.

bendungan air sungai yang di buka membuat Kota Kaifeng menjadi kebanjiran, rumah penduduk di sekitar sana terendam oleh air. Masyarakat miskin yang masih percaya dengan kata – kata Li Zicheng terus membawa lentera merah, hingga naik ke atap rumahnya. Mereka yakin pasukan Dashing King akan menyelamatkan mereka.

Dashing King menolong masyarakat Kaifeng

Tidak lama setelah itu, datanglah perahu – perahu pasukan Dashing King. Masyarakat yang membawa lentera merah langsung di selamatkan oleh perahu – perahu pasukan Dashing King. Tetapi mereka yang tidak membawa lentera merah dan menawarkan harta benda, perhiasan, dll di tinggalkan saja oleh perahu – perahu tersebut.

Dashing King menolong penduduk kota Kai feng

Orang – orang kaya dan pejabat akhirnya menyadari ternyata lentera merah tersebut adalah isyarat. Ternyata uang dan harta benda mereka tidak berguna di saat yang genting. Mereka yang tidak di selamatkan oleh pasukan Dashing King tenggelam oleh banjir tersebut.

Dashing King akhirnya berhasil menduduki Kota Kaifeng.

Sejak saat itu, untuk memperingati Dashing King menyelamatkan rakyat kecil, masyarakat china biasanya menggantungkan lentera merah pada kesempatan – kesempatan khusus seperti ketika Tahun Baru.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment