Menempel Gambar Dewa Pintu di hari Tahun Baru

Menempel Gambar Dewa Pintu di hari Tahun Baru

Cerita Rakyat China

Kebiasaan menempel dewa – dewa penjaga pada pintu dimulai sejak zaman Dinasti Han, yang merupakan kelanjutan dari Dinasti Tang di mana Jenderal Qin Shu Bao dan Jenderal Yuchi Jingde yang menjadi patih Kaisar Li Shimin menjadi dewa pintu.

Legenda Dewa Pintu

Tradisi ini berawal sejak Dinasti Tang, dahulu kala ada seorang ahli nujum / peramal di daerah sekitar sungai Jing. Dia mengajarkan masyarakat di wilayah sekitar sana memancing. Melihat hal tersebut Raja Ular Naga dari sungai Jing yang menjaga daerah tersebut menjadi tidak senang dan berencana untuk mengusir ahli nujum / peramal tersebut. Ia mengirim seorang utusan untuk bertemu sang peramal.

Utusan Raja Ular Naga berubah menjadi manusia dan bertemu dengan sang ahli nujum.

” Aku dapat meramalmu mengetahui masa lalu mu dan masa yang akan datang, mengetahui apakah yang akan terjadi hal yang baik atau buruk.” Kata Sang ahli nujum seketika utusan Raja Ular Naga.

” Hei, ahli nujum!! Dapatkah kau meramal kapan akan hujan ?? Jika kau meramal dengan tepat, aku akan memberimu 50 keping perak. Tetapi jika engkau salah aku akan menghentikan usahamu dan kamu tidak boleh meramal lagi. ” Kata utusan Raja Ular Naga dengan penuh percaya diri

dengan tenang sang ahli nujum, menghitung hitung …. tek …. tek ….. tek …. tek…..

Lalu ia berkata : ” Akan turun hujan besok siang, hujan yang sangat deras . “

” Mari kita lihat besok apa yang akan terjadi ” Kata sang utusan sambil meninggalkan ahli nujum.

Raja Ular Naga sungai Jing
Raja Ular Naga sungai Jing

Sambil meninggalkan sang ahli nujum, ia tertawa dalam hati. Karena Hujan turun atau tidak itu adalah urusan Raja Ular Naga dari sungai Jing. Raja tidak akan membiarkan hujan turun besok. Sang utusan melaporkan itu semua kepada Raja Ular Naga.

Ketika hari menjelang sore datang lah seorang utusan dari kaisar Jade.

” Raja Ular Naga dari sungai Jing. Kau harus menurunkan hujan besok. Hujan yang deras. ” Perintah Kaisar Jade kepada Raja Ular Naga dari sungai Jing.

Keesokan harinya, Raja Ular Naga dari sungai Jing tidak mendengarkan perintah kaisar Jade, ia mengubah waktu dan volume air hujan.

Setelah kejadian itu, Raja Ular Naga yang telah berubah menjadi manusia, mendatangi sang ahli nujum dan merusak peralatan sang ahli nujum sambil berkata : ” ramalan mu tidak tepat . “

Baca juga cerita rakyat china tentang Nian

” Untuk memenangkan taruhan engkau telah melanggar perjanjian dengan Kaisar Jade. Aku tahu kau sebenarnya adalah Raja ular Naga dari sungai Jing. Kaisar Jade telah memerintahkan untuk menghukummu besok jam tiga sore. ” Kata Sang ahli nujum.

Mendengar Kata – kata sang ahli nujum, Raja Ular Naga menjadi kaget dan meminta sang ahli nujum untuk menyelamatkan dia.

” Wei He adalah orang yang akan menghukum engkau. Dia adalah perdana menteri dari Dinasti Tang. Mungkin engkau bisa memohon kepada Raja Li Shimin supaya memberinya kesibukan. Mungkin hal ini dapat menyelamatkan mu. ” Kata ahli nujum kepada Raja Ular Naga.

Raja Ular Naga segera bergegas menemui Raja Li shimin. Ia meminta tolong kepada Raja Li Shimin untuk memberi kesibukan kepada Wei He hingga jam 3 sore.

Keesokan hari nya tiba, Raja Li Shimin mengajak Perdana menteri Wei He bermain catur sambil menikmati arak. Hingga jam 3 sore. Seketika itu Wei He terlihat tertidur. Melihat hal itu Raja Li Shimin merasa berhasil menahan Wei He supaya tidak menghukum Raja Ular Naga.

Ternyata, di dalam mimpinya Wei He telah menangkap Raja Ular Naga dan mengeksekusi nya.

Cerita dongeng tentang dewa pintu

wei he membunuh ular naga
wei he membunuh ular naga

Pada malam hari nya sewaktu Raja Li Shimin sedang tidur. terdengarlah suara. ” Kembalikan Nyawaku!! ” ” Kembalikan Nyawaku !! “. Kejadian itu berlangsung terus setiap malam, dan mengganggu Raja Li Shimin.

Baca juga cerita rakyat : Legenda Lubuk Emas

Maka Sang Raja memerintahkan, Qin Shubao dan Yuchi Jingde menjaga pintu kamar untuk melindungi dan mengusir dan gangguan roh jahat. Kedua Jenderal itulah yang bertugas menjaga pintu supaya Raja Li Shimin bisa menikmati tidaurnya dengan damai.

Dewa Pintu
Dewa Pintu

Dengan adanya kedua Jenderal itu, tidur Raja Li Shimin menjadi tenang.


” Sepertinya Raja Ular Naga takut dengan tatapan mata kalian ” Kata Raja kepada jenderal.

” Tetapi, aku tidak dapat menyusahkan mereka terus – menerus seperti itu. ” Kata Raja Li Shimin dalam hati.

Karenanya, Raja Li Shimin memerintahkan untuk menggambar kedua Jenderal itu. Kemudian gambar tersebut di tempel di pintu kamarnya. Lama Kelamaan cara seperti itu menyebar ke seluruh negeri dan kedua Jenderal itu dianggap sebagai dewa pintu.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment