Legenda Ular Putih

white snake storyLegenda Ular Putih

Cerita wanita ular putih sudah sejak lama di hubung – hubungkan dengan Perayaan perahu ular naga Qu Yuan dan Perayaan ular Naga Cao-e. Cerita Rakyat Legenda Ular putih ini sangat terkenal di wilayah china, bagaimana cerita nya ? simak di bawah ini.

Diceritakan dulu ada dua ular di langit mengubah dirinya menjadi dua orang wanita dan datang ke Hangzhou, yaitu sebuah surga di bumi.

Cerita Rakyat Legenda Ular Putih

Pada waktu itu ada seorang pemuda baik hati, ia hendak menyusuri sungai. Pada waktu itu adalah hari perayaan Qing Ming yaitu perayaan memberi penghormatan kepada orang mati. Pemuda itu kembali ke kampung halaman untuk memberi penghormatan kepada kedua orang tuanya.

cerita ular putih - Bai suzhen

Di tengah perjalanan ada 2 orang wanita memanggil untuk menyewa perahu itu dan minta di jemput juga. Pada waktu itu biasanya 1 perahu hanya dapat di sewa oleh satu orang saja. Tetapi karena pemuda itu baik hati maka ia menyuruh nelayan perahu itu untuk mendekat dan memperbolehkan kedua wanita itu naik.

” Terima kasih tuan. Bai suzhen memberi hormat kepada pada anda.” Kata Bai suzhen sesampai nya naik ke atas perahu.

” laki – laki dan perempuan harus berada di tempat yang terpisah. Aku akan pergi ke bagian depan perahu. ” kata pemuda itu.

Xu Xian Bai suzhen dan Xiao Qing - ular putihSetelah perahu mulai berjalan Bai suzhen berkata kepada Xiao Qing : ” Qiao Qing, mari kita membuat hujan, dan lihat apakah dia akan masuk ke sini !! “

karena kesaktian Bai suzhen maka hujan pun turun. tetapi pemuda itu tidak masuk ke dalam perahu dia tetap di depan perahu dan membuka payung.

Sesampai nya di tempat tujuan hujan masih belum reda. Xiao Qing sengaja menggoda pemuda itu sekali lagi. Ia meminjam payung yang di gunakan pemuda tersebut.

” Payung ini hanya dapat dipakai berdua. Baiklah, Nona dan teman anda dapat memakainya. ” sambil berkata pemuda itu menyerahkan payung kepada Bai suzhen dan Xiao Qing, pemuda itu menjadi basah terkena hujan.

Baca juga cerita rakyat cina : Legenda Putri Chang-e

” Bolehkah saya tahu nama dan alamat anda sehingga kami dapat mengembalikan payung ini kapan saja?? ” tanya Bai suzhen.

” Nama saya Xu Xian, saya 22 tahun, bekerja di toko obat di ibu kota.” Jawab Xu Xian.

Singkat cerita, tidak lama setelah itu mereka bertemu kembali, dan akhirnya Bai suzhen dan Xu Xian menikah. Mereka hidup bahagia.

Beberapa tahun setelah mereka menikah, pada waktu Xu Xian sedang berjalan – jalan di ibu kota. Tiba – tiba ada rahib datang menemui Xu Xian.

” Bai suzhen dan Xiao Qing yang tinggal di rumah anda itu adalah roh ular, Jauhi mereka!! Jika anda tidak percaya besok adalah perayaan Ular Naga. semua orang di rumah harus meminum anggur murni. Beri istri anda anggur tersebut dan dia akan berubah menjadi ular. Jika itu terjadi anda dapat menemui saya, Fa Hai, di kuil Jinshan. ” Kata rahib itu kepada Xu Xian.

” Lancang kau mengatakan hal seperti itu tentang istriku. ” Jawab Xu Xian.

Meskipun berkata seperti itu Xu Xian tetap penasaran dan ia membeli sebotol anggur murni. Segera lah setelah itu ia pulang.

berubah menjadi ular putihKetika perayaan Ular Naga, Xu Xian mengajak Bai suzhen untuk makan bersama, di sebelahnya telah di hidangkan minuman anggur murni. Xu Xian mengajak Bai suzhen untuk minum anggur tersebut. Tanpa di sangka beberapa menit setelah minum anggur itu Bai suzhen berubah menjadi Ular putih.

Ketika Xu Xian melihat Bai suzhen berubah menjadi ular putih, ia sangat terkejut dan tidak dapat berkata apa – apa. Saat itu juga ia jatuh dan meninggal dunia.

Bai suzhen melihat suaminya telah tiada, ia memikirkan cara untuk menghidupkannya kembali. Ia mendengar di selatan ada manusia abadi yang mempunyai Lingzhi yang dapat menghidupkan orang mati.

Bai suzhen pergi ke selatan dan dengan kesaktiannya ia merebut lingzhi. Xu Xian pun selamat dan hidup kembali.

Xu Xian yang hidup kembali tetap mencintai Bai suzhen meskipun ia mengetahui bahwa dia adalah seekor ular putih. Ia tidak ingin istrinya meninggalkan dia.

Rahib Fa Hai mengetahui bahwa Xu Xian tidak melakukan seperti yang dia perintahkan. Xu Xian tidak datang kepadanya meskipun dia mengetahui bahwa Bai suzhen adalah ular putih seperti yang ia katakan. Maka Fa Hai menculik Xu Xian dan mengurungnya di kuil, ia berfikir untuk melindunginya dari istrinya.

Tak lama kemudian, Bai suzhen dan Xiao Qing datang kepada Fa Hai.

” Bai suzhen! manusia dan roh ular tidak boleh menikah. Biarawan Xu ingin hidup di sini. Kembalilah engkau ke tempat asalmu! ” Kata Fa Hai.

” Aku sedang mengandung putranya. Anak ini tidak akan mempunyai ayah. Pikirkan itu! ” Kata Bai suzhen.

” Jika kau ingin menemuinya, kau harus bertarung dulu denganku. “Kata Fa Hai.

Maka perang hebat terjadi. Tetapi Bai suzhen dan Xiao Qing tidak mampu melawan Fa Hai. Akhirnya Bai suzhen meminta izin Raja ular Naga untuk menggunakan airnya.

Ular Putih di kurung di Kuil Leifeng

Air yang besar datang, untuk menghancurkan kuil, tetapi dengan kesaktian Fa Hai. Air tersebut bukan datang ke kuil tetapi berbalik ke Bai suzhen dan membuat petaka banjir. Banyak orang tidak bersalah hanyut karena banjir tersebut.

Fa Hai mengurung Bai suzhen - cerita ular putihLangit melihat hal tersebut menjadi marah dan memerintahkan untuk menawan Bai suzhen. Fa Hai melihat Bai suzhen yang tertangkap oleh pasukan langit menjadi kasihan. ia memohon agar Bai suzhen melahirkan dulu, sesudah itu ia akan menahannya di Pagoda Leifeng. Permintaan tersebut dikabulkan.

Bai suzhen akhirnya hidup kembali bersama dengan Xu Xian hingga anaknya melahirkan. Anak itu di beri nama Xu Shilin Ketika anak itu berumur 1 bulan lamanya, Fa Hai mengambil Bai suzhen dan menahannya di Pagoda Leifeng.

” Bai suzhen, pada hari ketika tiang besi di depan kuil bertunas bunga – bunga, kau akan bebas.” Kata Fa Hai kepada Bai suzhen.

18 tahun kemudian Xu Shilin sudah menjadi besar. Ia menjadi murid yang pintar, dan di kagumi oleh masyarakat sekitar. Setiap beberapa waktu ia di suru ayahnya untuk datang ke kuil Leifeng, untuk menceritakan segala hal kejadian yang ia alami.

Baca juga cerita rakyat Jogja : Joko Kerdil dan Si Gundul

Pada saat itu hari kelima bulan kelima, ketika sampai di kuil Leifeng. Tiang besi di depan kuil tersebut dilihatnya sudah bertunas bunga – bunga. Xu Xian menyadari bahwa ini adalah saatnya Bai suzhen untuk pergi. Tiba – tiba terdengar suara ” Suamiku, Shilin, jaga diri kalian, aku akan pergi ” teriak Bai suzhen.

Bai suzhen kembali ke negeri asalnya setelah ia lepas dari kurungan kuil Leifeng.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment