Legenda Tarian Ular Naga

Tarian ular Naga adalah salah satu kegiatan masyarakat china yang sangat terkenal pada tahun baru china. Biasanya di Indonesia terkenal dengan nama Barong Sai. Dari mana ya asal Tradisi china ini ?? Bagaimana Cerita nya Tarian ular Naga atau barong Sai ini bisa ada dan di wariskan turun – temurun oleh masyarakat keturunan China / Tiong Hua ….. Simak ceritanya di bawah ini yuks…….

cerita rakyat legenda tarian ular naga

Legenda Tarian Ular Naga

Sejarah mengatakan, di provinsi Zhe Jiang bagian utara Jin Hua terdapat gunung Qi Ling. Di kaki gunung tersebut ada sungai kecil Lingxi yang terkenal. Masyarakat menggunakan air dari sungai tersebut untuk mengairi sawahnya.

Di daerah tersebut di pimpin oleh seorang kepala desa. Pada saat itu dia sedang berjalan – jalan mengitari desanya, di lihatnya lah begitu indah dan damai tempat itu. Di tengah perjalanan di melihat beberapa orang, dengan membawa seekor ular besar di kurung, hendak mereka jual ke restoran.

Kepala Desa datang dan menghampiri Ular tersebut, dan dilihatnya lah air mata keluar dari mata Ular besar itu. Karena rasa iba melihat air mata Ular Naga. Maka kepala desa meminta kepada para saudagar tersebut agar menjual Ular Naga tersebut kepada dia.

Ular Naga tersebut agak aneh karena dia makan biji – bijian.

Cerita Rakyat Asal Usul Tarian Ular Naga

Masyarakat sedang menanamSetelah beberapa waktu berlalu, di desa itu datang Musim kemarau yang sangat panas dan lama. Hal itu mengakibatkan air sungai mulai kering. Masyarakat yang mengandalkan air sungai untuk sawahnya dan kebutuhan hidup menjadi risau. Segala ritual dan cara telah di lakukan tapi hujan tidak juga turun.

” Rumput pun mulai mengering. Jika tidak segera turun hujan orang – orang akan kelaparan. ” Gumam kepala desa.

Kepala desa juga berdoa setiap hari agar hujan segera turun, dan mengakhiri kekeringan ini.

” Aku berdoa semoga Tuhan mengakhiri kekeringan ini. Bodhisatva kumohon bantulah kami ” Kepada desa terus berdoa hingga akhirnya dia tertidur.

Sewaktu kepada desa tertidur dengan lelap, tiba – tiba ia bermimpi bertemu dengan dewa bumi. Dewa bumi memberitahukan bahwa Kaisar Jade telah tersentuh oleh kebaikan hati Kepala desa yang tulus, Karena nya besok di tengah hari hanyutkan Ular Naga milik mu ke dalam sungai dan hujan pun akan segera turun.

Kepala Desa menenggelamkan Ular Naga

Kepala desa sebenarnya bingung, hal ini kebenaran atau hanya sekedar mimpi saja. Tetapi Kepala desa tetap melakukan perintah tersebut, ia membawa Ular Naga dan menghanyutkan Ular Naga tersebut ke dalam sungai, jika benar akan turun hujan ia berjanji akan membakar kemenyan sebagai penghormatan pada Ular Naga itu.

Beberapa hari kemudian hujan benar – benar turun. Masyarakat di daerah sana kambali bisa menikmati hasil dari sawah mereka, suasana kembali indah dan tenang. Kepada desa menyampaikan kepada masyarakat di sana, bahwa mereka harus berterima kasih kepada Ular Naga.

Baca juga cerita rakyat : Legenda Lubuk Emas

Sebagai tanda terima kasih pada ular itu. masyarakat tidak hanya membakar kemenyan dan menyajikan persembahan, tetapi mereka juga membuang berkarung – karung biji – bijian ke sungai dengan harapan semoga tahun yang akan datang akan terjadi panen yang melimpah.

Siapa menyangka beberapa minggu setelah hal tersebut, musim kembali lagi menjadi sangat panas dan tidak ada hujan.

Tiba – tiba Ular Naga yang di tenggelamkan oleh kepala desa itu datang menemui kepala desa dan berkata : ” Aku sebenarnya adalah Ular Naga dari gunung Qiling dan juga penguasa biji – bijian aku datang ke bumi karena melanggar peraturan langit. “

” Terima kasih kau telah menyelamatkanku. Kaisar Jade tergerak hatinya atas ketulusanmmu, dan mengutus Dewa Bumi untuk mengabulkan keinginanmu. Akan tetapi, orang – orang malah membuang biji – bijian ke sungai sebagai persembahan dan menghanyutkannya. Kaisar Jade sangat marah dan menginginkan negeri Jinhua kelaparan karena kekeringan selama 2 tahun . ” Sambung Ular Naga kepada kepala desa.

Baca juga cerita china : Asal Usul Dewa Pintu

” Aku di berikan tugas untuk menjaga daerah itu, Lain kali pakailah air suci sebagai persembahan. Jangan mempersembahkan ayam, bebek, dan ikan sehingga tidak akan ada lagi bencana karena ketidaksenangan Kaisar Jade. ” Lanjut Ular Naga.

kepala desa mengangguk, berterima kasih dan menuruti kata – kata Ular Naga. Segera, kepala desa memberitahu kepada masyarakatnya agar menggunakan air suci saja sebagai persembahan.

Keadaan pun kembali seperti semula, untuk beberapa saat. Karena tidak semua masyarakat menggunakan air suci saja sebagai persembahan. ada beberapa masyarakat tetap menggunakan biji – bijian ikan, ayam, dan bebek sebagai persembahan, karena merasa hal tersebut lebih baik.

Ular Naga Meninggal

Mengetahui hal tersebut Kaisar Jade menjadi murka.

Seketika itu juga turunlah hujan berwarna merah darah, dan di pinggir sungai Lingxi ditemukan tubuh Ular Naga yang tercabik – cabik.

Ular Naga Meninggal Dunia

Kepala desa yang mendengar berita tersebut segera pergi ke pinggir sungai Lingxi dan melihat Ular Naga perliharaannya di sana telah tercabik – cabik, ia menangis dengan sedih.

” Tidak mudah menegakkan hal yang baik di bumi. Seharusnya aku sadar bahwa di langit pun tidak mudah membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ular Nagaku yang malang. kamilah yang menyebabkanmu menderita. ” kata kepala desa.

Ketika masyarakat mengetahui hal itu, mereka diliputi rasa sesal. Sejak itu mereka menciptakan tarian Ular Naga pada hari kelima belas bulan pertama. Dengan harapan semoga tubuh Ular Naga dapat menyatu kembali. Kebaisaan ini melekat sampai saat ini.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment