Legenda Gunung Kelud

Gunung Kelud (sering salah tuliskan menjadi Kelut dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang tergolong aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri. gunung kelud memiliki legenda atau cerita rakyat Nusantara yang biasa di cerita kan dari orang – ke orang, tentang kerajaan Majapahit dan Manusia dengan kepala lembu. Ingin tahu ceritanya… ikuti ceritanya di bawah ini…

Legenda Gunung Kelud

 

cerita legenda gunung kelud

Di kisahkan, pada waktu itu di kerajaan Majapahit ada seorang Prabu bernama Prabu Brawijaya, ia mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Diah Ayu Pusparini. Karena kecantikannya itu sehingga sangat banyak pemuda dan pangeran dari kerajaan lain yang ingin melamar Puteri Brawijaya itu.

Tidak ingin mengecewakan pangeran dari kerajaan lain itu. Prabu Brawijaya menggelar Sayembara, Siapa yang mampu mengangkat Gong Kiai Sekar Delima dan merentang busur sakti Kyai Garudayeksa, maka Sang Prabu mengijinkan dia mempersunting Puteri Diah Ayu Pusparini.

Hari Sayembarapun di mulai, para pangeran dari berbagai kerajaan berdatangan dan mencoba mengikuti sayembara itu. Satu persatu mencoba mengangkat Busur dan Gong, namun setelah semua pangeran yang datang itu mencoba tidak satupun dari yang dapat mengangkat Busur dan Gong tersebut. Ketika Sayembara mau ditutup, datanglah seorang pemuda berkepala Lembu (sapi) yang ingin mencoba untuk menarik busur Kyai Garudayeksa dan Gong Kyai Sekar Delima. Pada awalnya Prabu tidak mengijinkan pemuda itu, tetapi karena seyembara itu di peruntukkan untuk umum, maka Sang Prabu Brawijaya mengizinkan pemuda itu. Prabu beranggapan tidak mungkin pemuda buruk rupa itu mampu mengangkat dan menarik busur itu. Prabu meninggalkan tempat sayembara.

Tiba – tiba, suara riuh terdengar. Ternyata pemuda yang bernama Lembu Suro itu mampu menarik busur Kyai Garudayeksa dan mengangkat Gong Kyae Sekar Delima yang diikuti tepuk tangan penonton. Namun prabu brawijaya dan puteri merasa resah karena mereka tidak ingin memiliki menantu yang memiliki wajah seperti lembu. Tetapi janjinya tidak dapat diingkari, Prabu Brawijaya mengumumkan pemenang seyembara itu.

Baca Juga Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat

Permintaan Puteri Dyah Ayu

 

Pernikahanpun tidak dapat dihindari, Kerenanya menjelang hari pernikahan Puteri Dyah Ayu Pusparani meminta satu lagi permintaan sebelum Lembu Suro menikahinya. Puteri Dyah Ayu meminta dibuatkan sumur dipuncak gunung kelud untuk mereka mandi setelah menikah nanti, namun waktu membuat itu hanya satu malam. Lembu Suro menyanggupinya.

Legenda Gunung Kelud

Pada malamnya Lembu Suro segera pergi ke gunung kelud. Ia menuruti permintaan calon istrinya dengan membuatkan sumur di puncak gunung kelud. Prabu Brawijaya dan Puteri Dyah Ayu Pusparani mengikuti Lembu Suro di puncak gunung kelud, di ikuti oleh beberapa orang prajurit. Mulai petang itu Lembu Suro menggali puncak gunung kelud dengan kedua tanduk dikepalanya. Dengan sangat cepat lembu suro menggali lubang itu, yang lama – kelamaan terlihat semakin dalam. Prabu Brawijaya dan Puteri Dyah Ayu menjadi cemas karena melihat Lembu suro akan berhasil membuat sumur itu.

Ketika lubang yang digali itu sudah semakin dalam dan Lembu Suro berada di dalamnya. Sang Prabu memerintahkan prajurit untuk mengubur Lembu Suro didalam sumur yang digalinya. Lembu Suro menjerit dan minta tolong agar tidak dikubur namun prajurit terus menimbun Lubang sumur itu dengan batu besar dan tanah galian sumur itu. Di akhir menjelang kematiannya Lembu Suro bersumpah atas kekejian sang Puteri dan Raja kepadanya :

“Dengarkan Sumpahku, Kediri mbesok bakal pethuk piwalesku, yaitu : kediri bakal dadi kali, Blitar bakal dadi latar, Tulung agung bakal dadi Kendung”

Atas sumpah itu, Raja pun ketakutan sehingga untuk mencegahnya dibuatkanlah tanggul besar yang sekarang menjadi gunung pegat. dan menyelenggarakan Larung Saji di puncak gunung kelud di setiap bulan Suro.

kemudian setiap terjadi gunung meletus warga pun beranggapan bila Arwah Lembu Suro sedang mengamuk akibat kekejian ratu Dyah Ayu Pusparini dan Raja Brawijaya.

Indonesia Memiliki Banyak sekali Gunung beberapa dari gunung tersebut juga memiliki cerita rakyat nusantara seperti Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Batu Bangkai

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment