Asal Usul tradisi menabur kertas 5 warna

Qing Ming FestivalFestival Qing Ming

Menurut sejarah, nama Qing Ming mulai dikenal pada masa Dinasti Han, karena cuaca pada ketiga bulan pertama tampak putih dan bersih. Hanya pada Dinasti Tang, hal ini menjadi sebuah perayaan. Kebiasaan menyapu kuburan menjadi lazim.

Pada perayaan Qing Ming Festival ada tradisi atau kebiasaan yang biasa di lakukan oleh penduduk cina yaitu menabur kertas 5 warna dan bermain layang – layang… yuks kita simak cerita rakyat asal usul tradisi menabur kertas 5 warna ??

Asal Usul tradisi menabur kertas 5 warna

Semasa perjuangan sebelum Dinasti Han berdiri, Liu Bang dibantu oleh bala tentaranya mendapatkan singgasana sebagai Kaisar Gaozu.

Setelah mendapatkan singgasananya, Liu Bang kembali ke kampung halamannya dan mengadakan pesta. pada saat yang sama tiba – tiba angin berhembus dengan kencang. Di tengah – tengah itu Liu Bang tiba – tiba teringat sesuatu katanya :

Liu Bang kembali ke istana

” Angin kencang berhembus, awan – awan terbang dan berhamburan, dengan seluruh kekuatan di empat laut, aku kembali ke negeriku ” Kata Liu Bang.

” Aku akan selalu ingat pada kampung halamanku sampai aku mati. Aku hanya menangis kerena orang tuaku tidak dapat menikmati kebahagiaanku. Tempat ini telah hancur karena perang. Adakah yang tahu di mana orang tuaku di makamkan ?? ” Tanya Liu Bang kepada penasehatnya.

” Batu – batu nisan di pemakaman telah hancur dan ukirannya sudah tidak tampak lagi. Aku takut baginda tidak dapat menemukan makam orang tua baginda.” Jawab penasehat Liu Bang.

Meskipun mendengar jawaban dari penasehatnya Liu Bang tetap bersikeras untuk mencari makam orang tuanya. Ia bersama – sama dengan para perajurit mencari makam orang tua Liu Bang. Tetapi sudah berhari – hari mereka mencari tidak di temukan juga makam orang tua Liu Bang.

Di tengah pencariannnya tiba – tiba ada angin kencang berhembus, dengan membawa kertas. Liu Bang mengambil kertas tersebut sambil bertanya kepada salah satu pasukannya : ” Apa ini ? Apa gunanya ? “

” Orang – orang menyebutnya kertas lima warna. Kata – kata di tulis di atasnya sebagai petuah. “

” Aku akan melemparkan segenggam kertas ini ke udara. Jika ada selembar yang menyangkut di batu nisan dan tidak tertiup oleh angin, aku akan menemukan kuburan orang tuaku. ” kata Liu Bang.

Baca juga cerita : Legenda putri Chang-e

Liu Bang menebar kertas 5 warna

sambil melemparkan segenggam kertas lima warna tersebut Liu Bang berteriak ” Langit, tolonglah aku menjadi anak yang berbakti “. Seketika itu juga kertas lima warna berhamburan di udara dan menuju ke satu arah. Ternyata benar ada satu lembar kertas yang menempel di batu nisan.

Qing Ming dan kertas 5 warna

Liu Bang segera mendekati makam itu dan melihatnya. Sambil menangis ia berkata : ” Benar, ini adalah makam orang tuaku. Terima kasih langit Engkau telah membantuku. Ayah! Ibu! anak mu yang berdosa telah kembali. “

Sejak saat itu, apabila orang – orang membersihkan kuburan selama perayaan Qing Ming, mereka harus yakin sekelilingnya bersih dan menempatkan kertas lima warna di batu nisan sebagai tanda bahwa keturunannya sedang berdoa dan memperlihatkan penghormatannya pada orang yang telah meninggal.

Baca juga cerita : Hari Nasi Dingin / Cold Food Day

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment