Ande Ande Lumut

Cerita Ande Ande Lumut adalah cerita rakyat yang berasal dari Indonesia tepat di wilayah Jawa Timur. Cerita ini menceritakan tentang seorang pangeran yang melakukan penyamaran untuk mencari istrinya tercinta. Ikuti kisahnya dalam cerita Ande Ande Lumut berikut ini.

* * * Ande – Ande Lumut * * *

 

cerita rakyat jawa timur - ande ande lumutDahulu sewaktu indonesia masih terdiri dari kerajaan – kerajaan, di Wilayah Jawa Timur ada 2 buah kerajaan yang berada di wilayah yang sama yaitu Kahuripan. Kerajaan itu bernama Jenggala dan Kerajaan Kediri. Kedua kerajaan itu diikatkan oleh pernikahan, Panji Asmarabangun putra mahkota Jenggala dan Sekartaji Putri kerajaan kediri mereka berdua menikah.

Suatu Ketika Kerajaan Jenggala di serang oleh musuh. Pada saat kekacauan peperangan, Putri Dewi Sekartaji melarikan diri dan bersembunyi ke sebuah desa yang jauh dari Jenggala. Ia menyamar sebagai gadis kampung dan mengabdi kepada seorang janda yang kaya raya bernama Nyai Intan, Untuk menjaga keselamatan jiwanya. Nyai Intan mempunyai tiga orang putri yang cantik dan genit. Mereka adalah Kleting Abang (sulung), Kleting Ijo, dan Kleting Biru (bungsu). Oleh Nyai Intan, Dewi Sekartaji diangkat menjadi anak dan diberi nama Kleting Kuning.

Di rumah Nyai Intan, Kleting Kuning selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah seperti mencuci, memasak, dan membersihkan rumah. Ia juga diperlakukan tidak baik oleh ketiga kakak angkatnya. Bahkan, dalam sehari ia hanya diberi makan satu kali oleh ibu angkatnya.

Sementara itu, Panji Asmarabangun bersama pasukannya berhasil mengalahkan pasukan musuh dan Kerajaan Jenggala kembali aman. Namun, ia sangat sedih karena istrinya harus melarikan diri dari istana Jenggala karena kekacauan itu dan tidak ditahui keberadaannya.

Beberapa saat setelah peperangan itu selesai. Sang Pangeran memutuskan untuk mencari istrinya. Ia memerintahkan beberapa pengawalnya untuk mencari jejak kepergian istrinya. Suatu sore, ketika ia sedang duduk di taman istana, datanglah seorang pengawalnya untuk menyampaikan laporannya.

“Ampun, Baginda! Hamba ingin menyampaikan berita gembira untuk Baginda,” lapor pengawal itu.

“Apakah ada informasi tentang keberadaan istriku?” tanya Panji Asmarabangun.

“Ampun, Baginda! Hamba melihat seorang gadis yang mirip dengan istri Baginda di sebuah dusun. Namun, hamba belum yakin dia itu istri Baginda, karena ia hanya seorang gadis kampung yang bekerja sebagai pembantu pada seorang janda kaya,” jelas pengawal itu.

Mendengar laporan itu, sang Pangeran pun memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pangeran tampan dengan nama Ande Ande Lumut. Keesokan harinya, berangkatlah ia bersama beberapa orang pengawalnya ke Desa Dadapan yang berada di dekat Sungai Bengawan Solo, Lamongan. Desa itu berseberangan dengan desa tempat tinggal Kleting Kuning. Di sana ia mengadakan sayembara untuk mencari jodoh, dan sebarkan ke seluruh pelosok desa.

Berita tentang sayembara itu juga terdengar sampai ke Kleting Abang, Ijo, dan Biru mendengar kabar itu. Mereka akan berdandan sencantik-cantiknya untuk menaklukkkan hati sang Pangeran Tampan, Ande Ande Lumut. Sedangkan Kleting Kuning mereka biarkan di rumah, lagipula Kleting kuning juga tidak memiliki pakaian bagus.

Kleting kuning tetap mengerjakan pekerjaannya sehari – hari. Ia membersihkan rumah, lalu pergi ke sungai untuk mencuci pakaian kotor. Ketika ia sedang mencuci di sungai, tiba-tiba seekor burung bangau datang menghampirinya. Anehnya, burung bangau itu dapat berbicara layaknya manusia dan kedua kakinya mencengkram sebuah cambuk.

“Wahai, Tuan Putri! Pergilah ke Desa Dedapan mengikuti sayembara itu! Di sana Tuan Putri akan bertemu dengan Panji Asmarabangun. Bawalah cambuk ini! Jika sewaktu-waktu Tuan Putri membutuhkan pertolongan, Tuan Putri boleh menggunakannya,” ujar sang burung bangau seraya meletakkan cambuk itu di atas batu di dekat Kleting Kuning.

Tiba – tiba setelah berkata dan memberikan cambuk itu, Bangau tersebut pergi. Pada awalnya klenting kuning kebingungan karena kata – kata sang bangau. Tetapi setelah itu tanpa berpikir panjang lagi, Kleting Kuning pun segera kembali ke rumah dan bersiap-siap berangkat menuju Desa Dadapan.

Klenting Kuning dan Kepiting Raksasa

 

kepiting raksasa utusan ande ande lumutcerpen pilihan di sebuah persimpangan

Sementara itu, ketiga saudara dan ibu angkatnya telah berangkat terlebih dahulu. Kini mereka telah sampai di tepi Sungai Bengawan Solo. Mereka kebingungan, karena harus menyeberangi sungai yang luas dan dalam itu, sementara tak satu pun perahu yang tampak di tepi sungai.

Dari kejauhan terlihat seekor kepiting raksasa yang sedang terapung di atas permukaan air. Menurut cerita, kepiting raksasa yang bernama Yuyu Kangkang. Sesampainya di tepi sungai kepiting itu berkata :

“Kalian harus menciumku terlebih dahulu sebelum aku mengantar kalian ke seberang sungai,”

Tanpa berfikir panjang karena ingin segera menghadiri sayembara, Kleting Abang dan kedua adiknya menerima persyaratan Yuyu Kangkang. Satu persatu mereka mencium si Yuyu Kangkang. Setelah itu, Yuyu Kangkang pun mengantar mereka ke seberang sungai. Selang beberapa saat kemudian, Kleting Kuning juga tiba di tepi sungai. Ketika Yuyu Kangkang mengajukan persyaratan yang sama, yaitu meminta imbalan ciuman, Kleting Kuning menolaknya. Ia tidak ingin menghianati suaminya. Meski ia tidak mau memenuhi syarat itu, ia tetap memaksa si Yuyu Kangkang untuk membantunya menyeberangi sungai. Berkali-kali Kleting Kuning memohon, namun kepiting raksasa itu tetap menolak, kecuali Kleting Kuning mau memenuhi syarat itu.

Kleting Kuning pun mulai habis kesabarannya. Ia segera memukulkan cambuknya ke sungai dan seketika itu pula air Sungai Bengawan Solo menjadi surut. Melihat hal itu, Yuyu Kangkang menjadi ketakutan dan segera menyeberangkan Kleting Kuning, dan bahkan sekaligus mengantarnya hingga sampai di Desa Dadapan.

Setibanya di rumah Nyai Intan, Kleting Kuning bertemu dengan ketiga saudara dan ibu angkatnya. Tak berapa lama kemudian, sayembara pun dimulai. Secara bergiliran, Kleting Abang dan kedua adiknya menunjukkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya di hadapan Ande Ande Lumut. Namun, tak seorang pun di antara mereka yang dipilih oleh Ande Ande Lumut. Melihat hal itu, Nyai Intan pun berlutut memohon kepada Ande Ande Lumut agar memilih salah satu putrinya untuk dijadikan permaisuri.

“Ampun, Pangeran! Hamba mohon, terimahlah salah seorang dari ketiga putriku ini! Kurang cantik apalagi mereka dengan dandanan yang sebagus itu?” iba Nyai Intan.

Ande Ande Lumut hanya tersenyum.

“Memang benar, ketiga putri Nyai cantik semua. Tapi, ketahuilah bahwa kepiting raksasa yang membantu kalian menyebrang sungai adalah utusanku untuk menguji kalian. Ketahuilah, aku tidak memilih seorang pun dari putrimu, karena mereka ‘bekas’ si Yuyu Kangkang. Aku memilih gadis yang di belakang sana,” kata Ande Ande Lumut sambil menunjuk salah seorang perempuan.

Rupanya, gadis yang ditunjuk oleh Ande Ande Lumut itu adalah Kleting Kuning. Ketika Kleting Kuning menghadap kepadanya, pangeran tampan itu bangkit dari singgasananya.

Sementara itu, Kleting Kuning masih kebingungan, karena belum menemukan suaminya. Namun, setelah Ande Ande Lumut membongkar penyamarannya bahwa dirinya adalah Panji Asmarabangun, barulah Kleting Kuning sadar. Dengan cambuk sakti pemberian si burung bangau, ia segera mengubah dirinya menjadi seorang putri yang cantik jelita. Panji Asmarabangun baru sadar ternyata Klenting Kuning adalah istrinya, Dewi Sekartaji. Akhirnya, sepasang suami istri yang saling mencintai itu bertemu kembali dan hidup berhagia.


Baca juga Cerita Rakyat Kalimantan Barat

Pesan moral Ande – Ande Lumut

cerita ini dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pada tokoh Kleting Abang, Ijo, dan Biru dapat digambarkan bahwa mereka adalah gadis-gadis cantik yang tidak pandai menjaga harga dirinya, karena menerima persyaratan Yuyu Kangkang. Kita dapat mempelajari agar tidak menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

Pada tokoh Ande Ande Lumut atau Panji Asmarabangun dapat digambarkan bahwa dia seorang suami yang penyayang dan setia kepada istrinya. Demikian pula pada tokoh Kleting Kuning atau Dewi Sekartaji, dapat digambarkan bahwa dia seorang wanita yang sabar, setia, dan tidak mau tergoda dengan lelaki lain, meskipun ia jauh dan tidak mengetahui keadaan suaminya, apakah masih hidup atau sudah mati. Dari cerita ini kita dapat memetik pelajaran, agar kita setia dengan pasangan kita.

Kami adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri.. ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan membaca nya .... Selamat membaca

Post Comment